Sanggul Betawi

Tata Rias adat betawi

Sanggul Care Betawi

Tatanan rambut bagi kaum wanita khas Betawi. Dalam masyarakat Betawi dikenal beberapa jenis sanggul, yaitu:

1. Sanggul buatun: umumnya dipakai oleh penganten dengan pakaian besar pada waktu resepsi pernikahan. Dalam pemakaian sanggul ini dilengkapi dengan sanggul pengantin besar, seperti paku-paku, kembang goyang, hong, dsb. Cara membuatnya; dapat dengan rambut sendiri kalau panjang atau dibantu cemara 100 cm, sanggul dibentuk melilit dari atas ke bawah arah kiri ke kanan dan posisi sanggul agak tinggi bentuknya seperti stupa. Rambut tanpa sasak, di dalam sanggul diberikan irisan pandan dan pelepah pisang untuk memberikan penusukan aksesoris.

2. Sanggul Sawi:
Umumnya dipakai para pendamping penganten pada saat mendampingi pengantin, pengantin dalam pakaian rias bakal pada waktu akad nikah, wanita muda sebagai pelengkap kebaya krancang atau kebaya encim. Pada saat memakai perhiasan rangkaian melati yang dililitkan di sekeliling sanggul dan kembang goyang.

Cara membuat; dapat dirangkai dengan rambut sendiri atau cemara. Dibuat serupa sawi asin dengan membagi rambut menjadi tiga bagian. Sigar dan buntut bebek lebih kelihatan. Tinggi sanggul sekitar 5 jari dari tengkuk.

3. Sanggul Cepol: Umumnya dipakai oleh gadis muda sebagai pelengkap baju none, kebaya encim, atau kebaya krancang Betawi dengan memakai hiasan roje melati disamping kanan sanggul. Cara membuat; dengan rambut sendiri ataupun cemara, batas sanggul setinggi ujung telinga dan dapat disasak sedikit.

4. Sanggul Bunder: Umumnya dipakai ibu muda hingga setengah baya sebagai pelengkap kebaya krancang, pendek ataupun panjang, pemakaian sanggul ini dilengkap dengan tusuk konde 2 buah kiri kanan. Cara membuat sanggul bunder yaitu: dengan menggunakan rambut sendiri ataupun cemara, memakai sigar sedikit namun bentuknya tidak melebar agar bunder tetapi menonjol di bagian tengahnya. Rambut untuk membentuk sanggul ini harus disasak terlebih dahulu:

5. Sanggul Sisir
: Umumnya dipakai oleh orang tua dengan memakai kebaya pendek yang tidak dikrancang. Sanggul ini tidak memerlukan perhiasan tambahan karena digunakan di rumah. Cara membuatnya; menggunakan rambut sendiri jika panjang ataupun cemara, kemudian rambut diikat dan diatasnya diletakkan sisir, bila rambut tebal sebaiknya dipilin agar kelihatan kecil, bentuk sanggul ini tidak besar.

6. Sanggul Dua (sanggul Berunding): Umumnya dipakai oleh wanita muda sebagai pelengkap kebaya encim, kebaya none atau kebaya panjang, dilengkapi dengan perhiasan rose (mawar) warna merah di sebelah kanan. Cara membuatnya: Rambut sendiri jika panjang atau dapat menggunakan cemara. Kemudian rambut dibelah tengah hingga ke belakang, kedua bagian rambut diatur dan diberi jepit pada atas telinga kiri dan kanan, bentuk sanggul seperti sanggul eepol di kanan kiri tepat di bawah telinga.

7. Sanggul Dua Kepang: Umumnya dipakai oleh wanita muda, sebagai pelengkap semua jenis kebaya Betawi, pemakaian sanggul ini dilengkapi dengan perhiasan rose merah cerah di sebelah kanan. Cara membuatnya: rambut dibelah tengah, dibagi dua lalu dikepang berdekatan, masing-masing dililit menyerupai pagar berbentuk oval.

8. Sanggul Lilit Kepang (Radio):
Umumnya dipakai wanita muda, sebagai pelengkap semua jenis kebaya Betawi. Sanggul ini dilengkapi dengan bunga rose di sebelah kanan. Cara membuatnya: sama dengan sanggul kepang dua.

9. Sanggul Kabel:
Umumnya dipakai wanita muda sebagai pelengkap semua jenis kebaya Betawi yang dilengkapi dengan bunga rose warna merah. Cara membuatnya: Rambut pendek sebatas bahu atau sedikit panjang, dibelah pinggir dan diberi jambul. Sebelah kanan kiri dijepit. Kawat atau kabel sepanjang 40 cm yang ditekuk dua digulung pada rambut sampai dekat telinga sehingga sanggul menyerupai gelung panjang.

10. Sanggul Cioda
: Umumnya dipakai oleh wanita muda dengan semua jenis kebaya Betawi. Dengan dua tusuk konde di kiri kanan dan tusuk konde lain di tengah. Cara membuatnya: Seperti sanggul bunder tetapi sanggul ditarik ke samping sampai dekat telinga. Rambut di belah tengah, dijepit kiri kanan.

11. Sanggul Federal: Umumnya dipakai oleh wanita muda dipakai dengan semua jenis kebaya Betawi. Dilengkapi dengan disunting di tengah-tengah sanggul. Cara membuatnya: Konde kabel yang dibulatkan seperi kue donat (seperti sanggul kabel).


Bun Care Betawi

Hairstyle for women typically Betawi. The Betawi people are known several types of bun, namely:
1. Bun buatun: generally worn by the bride with great clothing at the time of the wedding reception. In the use of a bun is equipped with a large bridal bun, like the nails, flowers rocking, hong, etc.. How to make: it can with their own hair if long or assisted fir 100 cm, formed bun wrapped around from top to bottom left to right and position rather high bun shaped like a stupa. Without sasak hair, inside the bun given slices of pandanus and banana bark to give the stabbing accessories.

2. Bun mustard: Generally used when the companion to accompany the bride and groom, bridal dressing in clothing would be at the ceremony, the young woman as a complement or kebaya kebaya krancang encim. At the time of wearing jewelry wrapped around a series of jasmine flowers around the bun and shake.

How to make, can be strung together with their own hair or fir. Created similar to mustard sauce by dividing the hair into three sections. Sigar and duck tail more visible. High bun about 5 fingers of the cervix.

3. Bun break off: Commonly used by young girls as a complement to none dress, kebaya encim, or kebaya wearing ornate krancang Betawi with jasmine roje right beside bun. How to make, with their own hair or pine, limit-high bun and the ear tip can disasak little.

4. Bun Bunder: Commonly used in young to middle-aged mother as a complement kebaya krancang, short or long, use this bun bun dilengkap with sticks 2 pieces left and right. How to make a bun Bunder namely: by using their own hair or pine, used Sigar widened slightly, but the form is not for Bunder but stand out in the middle. Hair bun to form this should disasak first:

5. Bun Comb: Commonly used by parents to wear short kebaya dikrancang. This bun does not require additional jewelry because it is used at home. How to make, use their own hair if long or fir, then tied up and hair combs are placed thereon, when the thick hair should be twisted to appear small, the shape is not a big bun.

6. Two bun (bun Bargaining): Commonly used by young women as a complement encim kebaya, kebaya kebaya none or long, equipped with jewelry rose (rose) red color on the right. How to make: his own hair if the length or to use pine. Then the hair parted in the middle to back, both regulated and given a section of hair barrette at the top left and right ear, like bun bun shape eepol on either side just below the ear.

7. Two braid bun
: Commonly used by young women, as a complement to all types of kebaya Betawi, the use of bun is equipped with a bright red rose jewelry on the right. How to make: hair parted in the middle, divided by two and then braided together, each wrapped like a fence-shaped oval.

8. Lilit bun braid (Radio): Commonly used young women, as a complement to all types of kebaya Betawi. Bun is equipped with a rose flower on the right. How to make: the same with two braid bun.

9. Cable bun: Commonly used as a complement of young women all kinds of Betawi kebaya completed with a red rose flower. How to make: Short hair shoulder length or slightly longer, cleaved edge and given a topknot. Right side left clamped. Wire or cable along the 40 cm is bent until the two rolled on the hair near the ear that resembles a bun bun long.

10. Bun Cioda: Commonly used by young women with all types of kebaya Betawi. With two pin plug on the left and right and stab another bun in the middle. How to make: Like bun bun Bunder but pulled to the side until near the ear. The hair on the sides the middle, right left clamped.

11. Federal bun: Commonly used by young women with all types of kebaya worn Betawi. Equipped with the edit in the middle bun. How to make: Bun rounded cables are like cake donuts (such as cable bun).